Saturday, March 31, 2012
Sunday, March 4, 2012
Do It Today
Will you one day look back on today and wonder
why you were so afraid to take action?
Will you look back one day and not be able to understand
why you let so many of life's trivial, minor inconveniences
get you down and hold you back in such a major way?
Or will you look back on this day and be forever thankful
for the way you spent it and the value you created by
making full use of the time available?
Will you look back fondly and see this day as a positive turning point
that launched you toward fulfillment of your most treasured dreams.
Today can eventually become a source of regret or it can
become a source of continuing value.
The way it goes depends entirely on how you live the moments
and hours that are yours right now in this day.
Time is the raw material for success and achievement,
and time is what you have this very day.
The time you need to achieve the life of
your dreams is coming to you even now.
No matter what has come before or in what circumstances you find yourself,
there is one thing you can always do. You can make the very most of whatever you have,
of wherever you find yourself, of the time that is available for you to use.
Do that today, tomorrow, the next day and the next,
and you'll have very little to regret and much for which to be grateful.
~Ralph Marston~
Saturday, March 3, 2012
Monday, February 27, 2012
Wednesday, February 15, 2012
Sinar kasih
Semalam kau ku intai
Di bayu dingin ku kirim salam
Buat mu kekasih ku
Kerana kemarin kau tak menyapa
Aku
Aku
Sehingga ada sapaan bersama ombak awan
Yang melengkari langit yang membiru
Biar lah awan yang melukiskan
Kata kata rindu mu
Duhai kasih ….
Masih kah harus ku intai
Intaian malam ..
Pastikah sapaan mu melagu ..laguan bayu
Seperti harian semalam
Aku
Di jendela usang
menanti sinaran pagi …menyeri
kuntuman mekar…
yang jua menanti sapaan sang kumbang
harapan ku semoga
cahaya hidup ku …bersinar semula
dengan bayu yang menyapai cinta kasih mu
Sunday, January 29, 2012
KAU PENYAIR SEPERTI KU
Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.
Dia adalah seekor burung 'nightingale'
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya
Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa.
Kemudian mencurahkan kurnianya di atas
Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam.
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang
Ishtar, dewi cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan, nyanyian Apollo menjadi cahayanya.
Dia adalah manusia yang selalu bersendirian,
hidup serba sederhana dan berhati suci
Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham
Dan berjaga di keheningan malam,
Menantikan turunnya ruh
Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya
Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia
pada zamannya,
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal dan kembali ia pada Ilahi
Inilah penyair yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyuman
Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi
cakerawala dengan kata-kata indah
Namun manusia tetap menafikan kewujudan keindahannya
Sampai bila manusia terus terlena?
Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang
meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan??
Sampai bila manusia mengabaikan mereka yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa mereka
Simbol cinta dan kedamaian?
Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa org yang sudah tiada?
dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
bagi menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa
Dan oh para penyair,
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini:
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.
Penyair..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan, kerana itu kerajaanmu adalah abadi.
Penyair..periksalah mahkota berdurimu..kau akan menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-bunga





















