Showing posts with label Puisi dan Pepatah. Show all posts
Showing posts with label Puisi dan Pepatah. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Words From My Heart

Sunday, March 4, 2012

Do It Today

Will you one day look back on today and wonder

why you were so afraid to take action?

Will you look back one day and not be able to understand

why you let so many of life's trivial, minor inconveniences

get you down and hold you back in such a major way?

Or will you look back on this day and be forever thankful

for the way you spent it and the value you created by

making full use of the time available?

Will you look back fondly and see this day as a positive turning point

that launched you toward fulfillment of your most treasured dreams.

Today can eventually become a source of regret or it can

become a source of continuing value.

The way it goes depends entirely on how you live the moments

and hours that are yours right now in this day.

Time is the raw material for success and achievement,

and time is what you have this very day.

The time you need to achieve the life of

your dreams is coming to you even now.

No matter what has come before or in what circumstances you find yourself,

there is one thing you can always do. You can make the very most of whatever you have,

of wherever you find yourself, of the time that is available for you to use.

Do that today, tomorrow, the next day and the next,

and you'll have very little to regret and much for which to be grateful.

~Ralph Marston~

Wednesday, February 15, 2012

Sinar kasih

Semalam kau ku intai
Di bayu dingin ku kirim salam
Buat mu kekasih ku
Kerana kemarin kau tak menyapa

Aku kan terus menanti di sini
Aku kan teruskan harian ku
Sehingga ada sapaan bersama ombak awan
Yang melengkari langit yang membiru
Biar lah awan yang melukiskan
Kata kata rindu mu


Duhai kasih ….
Masih kah harus ku intai
Intaian malam ..
Pastikah sapaan mu melagu ..laguan bayu

Seperti harian semalam
Aku kan bermenung lagi
Di jendela usang
menanti sinaran pagi …menyeri
kuntuman mekar…
yang jua menanti sapaan sang kumbang

harapan ku semoga
cahaya hidup ku …bersinar semula
dengan bayu yang menyapai cinta kasih mu

Sunday, January 29, 2012

KAU PENYAIR SEPERTI KU

Dia adalah rantai penghubung

Antara dunia ini dan dunia akan datang
Kolam air manis buat jiwa-jiwa yang kehausan,
Dia adalah sebatang pohon tertanam
Di lembah sungai keindahan
Memikul bebuah ranum
Bagi hati lapar yang mencari.

Dia adalah seekor burung 'nightingale'
Menyejukkan jiwa yang dalam kedukaan
Menaikkan semangat dengan alunan melodi indahnya

Dia adalah sepotong awan putih di langit cerah
Naik dan mengembang memenuhi angkasa.
Kemudian mencurahkan kurnianya di atas padang
kehidupan. Membuka kelopak mereka bagi menerima cahaya.

Dia adalah malaikat diutus Yang Maha Kuasa mengajarkan Kalam Ilahi.
Seberkas cahaya gemilang tak kunjung padam.
Tak terliput gelap malam
Tak tergoyah oleh angin kencang
Ishtar, dewi
cinta, meminyakinya dengan kasih sayang
Dan, nyanyian Apollo menjadi cahayanya.

Dia adalah manusia yang selalu bersendirian,
hidup serba sederhana dan berhati suci
Dia duduk di pangkuan alam mencari inspirasi ilham
Dan berjaga di keheningan malam,
Menantikan turunnya ruh

Dia adalah si tukang jahit yang menjahit benih hatinya di ladang kasih sayang
dan kemanusiaan menyuburkannya

Inilah penyair yang dipinggirkan oleh manusia
pada zamannya,
Dan hanya dikenali sesudah jasad ditinggalkan
Dunia pun mengucapkan selamat tinggal dan kembali ia pada Ilahi

Inilah penyair yang tak meminta apa-apa
dari manusia kecuali seulas senyuman
Inilah penyair yang penuh semangat dan memenuhi
cakerawala dengan kata-kata indah
Namun manusia tetap menafikan kewujudan keindahannya

Sampai bila manusia terus terlena?
Sampai bila manusia menyanjung penguasa yang
meraih kehebatan dgn mengambil kesempatan??
Sampai bila manusia mengabaikan mereka yang boleh memperlihatkan keindahan pada jiwa-jiwa mereka
Simbol cinta dan kedamaian?

Sampai bila manusia hanya akan menyanjung jasa org yang sudah tiada?
dan melupakan si hidup yg dikelilingi penderitaan
yang menghambakan hidup mereka seperti lilin menyala
bagi menunjukkan jalan yang benar bagi orang yang lupa

Dan oh para penyair,
Kalian adalah kehidupan dalam kehidupan ini:
Telah engkau tundukkan abad demi abad termasuk tirainya.

Penyair..
Suatu hari kau akan merajai hati-hati manusia
Dan, kerana itu kerajaanmu adalah abadi.

Penyair..periksalah mahkota berdurimu..kau akan menemui kelembutan di sebalik jambangan bunga-bunga Laurel